Selasa, 25 November 2008

Lima Pedoman Penting Saat Foreplay

AKTIVITAS seksual sebelum berhubungan badan yang disebut foreplay oleh sebagian besar ahli dalam bidang seks dikatakan tidak tepat karena tidak berarti apa-apa selain “pemanasan”. Tentu pemanasan hubungan seks.

Kata foreplay memberi tekanan besar pada pria untuk memiliki penis yang mampu ereksi dan cenderung membawa kita berpikiran bahwa seks hanyalah sekedar hubungan badan.

Demikian pendapat yang disampaikan Joel D. Block, PhD dalam bukunya yang berjudul “Secrets of Better Sex”.

Menurut Joel, istilah yang tepat untuk itu adalah “Loveplay”. Biasanya periode yang disebut ‘foreplay’ ini dianggap sebagai langkah yang harus dilakukan oleh seorang pria terhadap pasangan wanitanya supaya siap berhubungan seks karena pria dianggap selalu siap.

Kenyataannya, pria, terutama yang sudah lanjut usia sangat membutuhkan dan menginginkan loveplay sebelum atau selama hubungan seks.

Sebagai sebuah persiapan menuju hubungan badan yang sesungguhnya, foreplay akan lebih mampu meningkatkan gairah seksual bila dijalankan dengan benar.

Berikut ini lima petunjuk untuk Foreplay menurut Joel. D.Block:

  1. Ingatlah bahwa seks dimulai di otak. Mulailah berpikir tentang saat-saat berhubungan seksual dan ceritakan pikiran Anda secara singkat, lebih bagus lewat sebuah gambar kepada pasangan Anda jika dapat. Bisa juga dengan symbol lain, misalnya mengirimkan setangkai bunga mawar ke kantornya
  2. Perhatikan detail romantik. Siapkan suasana yang sedikit romantis. Pastikan ruangan cukup hangat, pencahayaan yang tepat, bau ruangan yang harum, pakaian dalam yang merangsang, dan sebagainya.
  3. Perlahan-lahan. Mulailah dengan mencium (jangan langsung pada organ seks).
  4. Berikan orgasme. Banyak wanita tidak mengalami orgasme saat berhubunga seksual. Sebagian wanita yang mengalami orgasme beberapa kali jauh lebih mungkin mendapatkan orgasme yang kedua atau ketiga selama berhubungan seksual jika mereka pernah mengalaminya.
  5. Perhatikan zona erotik lain. Ada banyak zona erotik, misalnya putting, skrotum (pada pria) atau tempat-tempat lain seperti telinga, leher, dan sebagainya.

sumber: kompas.com

0 komentar: